Jalanan adalah tempat atau fasilitas umum dimana para masyarakat berlalu – lalang di atasnya menggunakan sebuah kendaraan mulai dari yang beroda dua hingga banyak roda, mulai dari berukuran kecil sampai dengan yang besar.

Karena fungsinya tersebut tak ayal sarana ini pun sangat diperhatikan kondisinya. Tentu sebagai sebuah jalur transportasi jalanan harus memenuhi kaidah – kaidah keselamatan, keamanan, dan kenyamanan berkendara.

jalur-transportasi-jalanan

Hal utama yang paling menentukan tiga aspek tersebut adalah kondisi permukaan jalan. Permukaannya harus rata, tidak berlubang, serta tidak licin.

Rigid Pavement sendiri merupakan salah satu metode perkerasan jalan untuk menjadikannya aman dan layak menjadi jalur mengemudi.

Mengenal Rigid Pavement Pembuatan Jalan

Secara spesifik rigid pavement adalah perkerasan jalan dengan material kaku, yaitu beton.

Meskipun material yang paling umum dipakai untuk membuat jalanan adalah aspal. Namun penggunaan aspal digolongkan sebagai flexible pavement dengan alasan sifat aspal yang lunak alias tidak kaku.

Terlepas dari itu saat ini memang semakin banyak projek konstruksi jalan yang memanfaatkan beton sebagai lapisan pengeras. Mungkin kelebihan dari jenis perkerasan ini yaitu minimnya perawatan yang dibutuhkan paska jalanan selesai dibuat menjadi pemicu meningkatnya jumlah proyek rigid pavement.

projek-konstruksi-jalan

Memang jika dibandingkan dengan aspal yang permukaannya mudah terpengaruh suhu sehingga mengalami susut, jalan beton jauh lebih tahan terhadap hal tersebut.

Selalu Ada Sambungan di Jalan Beton

Di lain sisi sifat kaku beton yang membuat material ini mudah retak menjadi kerepotan tersendiri bagi para insiyur yang bertanggung jawab memperhitungkan seberapa awet jalanan serta kemampuannya dalam menahan beban.

Ketika sebuah kendaraan melintas di atas jalan maka disana terdapat perpindahan beban. Artinya jika lapisan beton gagal menyalurkan beban tersebut dari satu titik ke titik selanjutnya dengan baik maka lapisan ini akan retak dan patah. Belum lagi yang melaju di atasnya tidak hanya satu kendaraan saja.

Guna menghindari munculnya retakan yang tidak terkontrol, beton pada projek rigid pavement pun akhirnya segaja dibuat partial atau potongan demi potongan.

Akan tetapi meskipun dibuat demikian namun antara satu plat beton dengan satu plat lainnya yang saling berhimpitan tetap dibuat terhubung dengan sambungan.

sambungan-di-jalan-beton

Pada bagian sambungan inilah besi dowel dimanfaatkan untuk menjadi penghubung serta penyalur beban. Lebih dari pada itu dowel di bagian sambungan ini juga berfungsi untuk mengkondisikan masing – masing plat beton jika terjadi lenting akibat pemuaian dan penyusutan.

Jadi ketika anda umumnya melihat jalan beton punya banyak sambungan, tujuannya dibuat begitu bukan semata – mata hanya untuk mepermudah pekerjaan saja. Namun bermanfaat untuk meningkatkan kualitas dari jalan berplat beton itu sendiri.

Tipe Sambungan Rigid Pavement Dan Pemanfaatan Besi Dowel di Dalamnya

Pembahasan di poin ini adalah topik utama dari artikel yang sedang anda baca. Sesuai dengan judul, “Besi Dowel Pada Sambungan Rigid Pavement Ruas Jalan” mari kita bahas tipe sambungan yang ada dan bagaimana penggunaan dowel di dalamnya.

Sebelum itu sekilas kami akan mengingatkan anda bahwa besi dowel ialah sebuah batangan besi atau baja untuk menghubungkan 2 segment beton pada perkerasan jalan.

Baiklah, berikut ini adalah tipe sambungan pada rigid pavement:

  • Sambungan konstruksi.

Fungsi umum dari tipe sambungan yang pertama ini adalah untuk mengantisipasi munculnya retakan yang disebabkan oleh faktor alamiah di dalam maupun dari luar plat beton serta keadaan jalan. Meliputi; pemuaian, suhu, air, getaran, padat atau tidaknya kendaraan di atasnya dan lain – lain.

Pada tipe sambungan ini besi dowel pasti digunakan. Pasalnya hanya pada sambungan kontruksi sajalah sebuah sambungan dibuat agar pada tiap dua segmen beton yang terhubung dapat saling menyesuikan diri terhadap keadaan jalan.

sambungan-kontruksi

Disini pemanfaatan besi dowel akan dipasang pada masing – masing ujung plat beton. Namun supaya bisa membantu dalam menerima beban tertentu, hanya setengah panjang dowel saja yang dipasang secara terkunci.

Setengah panjang lainnya hanya sekedar dimasukan sehingga bisa bergeser dan menyesuaikan posisi tanpa memberi tekanan berlebih terhadap beton. Bahkan bagian ini sebelum dipasang akan diberi cairan pelumas untuk memastikannya bisa bergeser – geser dengan baik.

  • Sambungan memanjang.

Sambungan menanjang dibuat dengan tujuan untuk menghindari anomali permukaan jalan (melengkung ke atas / ke bawah) dan keretakan akibat perubahan suhu plat beton itu sendiri atau bisa juga karena tekanan di atas dasar yang bercelah.

Tipe sambungan ini di buat memanjang sehingga secara efektif bisa mencegah retakan yang berpotensi muncul di sepanjang ruas jalan.

Pada sambungan ini selain ada dowel di bagian dalamnya juga terdapat batang besi berprofil yang dipotong sesuai panjang yang telah ditentukan pada gambar kerja lalu diterapkan pada posisi tegak lurus terhadap sambungan ini. Manfaatnya adalah untuk pengikat sehingga saat telah digunakan plat beton tidak mengalami perubahan tempat.

sambungan-pemanjangan

Tipe sambungan memanjang selanjutnya pun terbagi menjadi empat jenis yakni, sambungan menanjang gergajian, sambungan memanjang tengah, sambungan memanjang permanen dan sambungan memanjang acuan. Untuk penjelasannya akan kami bagikan pada kesempatan lain.

  • Sambungan melintang.

Sesuai namanya sambungan melintang dibuat secara melintang dan berguna untuk mencegah retakan yang melintang di ruas jalan dikarenakan penyusutan.

Karena fungsinya tersebut maka agar bisa mengantisipasi penyusutan sambungan melintang pun dibuat dengan kedalaman yang berbeda dari titik dimana segmen plat beton ditempatkan.

Ukuran kedalaman dari sambungan ini biasanya mencapai seperempat hingga sepertiga dari ketebalan plat beton. Sudah begitu sambungan melintang antara satu dan lainnya juga berjarak. Pada pengerasan bertulang maka jaraknya sekitar 4 meter hingga 5 meter.

sambungan-melintang

Jarak yang relatif dekat ini dikarekan pada beton tanpa tulangan cenderung rawan terhadap retakan. Sedangkan pada pengerasan bertulang jaraknya boleh mencapai 8 meter sampai dengan 15 meter.

Untuk sambungan melintang dowel yang dipakai adalah besi tanpa profil. Panjangnya 45 centimeter dan dipasang dengan jarak 30 centimeter antara masing – masing besi.

  • Sambungan isolasi.

Berbeda dengan ketiga tipe sambungan sebelumnya, sambungan isolasi lebih difungsikan untuk mengkondisikan plat beton pada ruas jalan terhadap sejumlah infrastruktur lainnya, seperti trotoar, tiang listrik, gedung bangunan, dan sebagainya.

Secara khusus sambungan isolasi yang diterapkan pada perkerasan jalan di atas jembatan memerlukan besi dowel untuk difungsikan sebagai penyalur beban.

sambungan-isolasi

Tak cukup hanya sekedar dowel saja, agar sambungan pada jembatan bisa bebas dari kendala penyusutan dan pemuaian maka pada bagian ini juga harus disertai dengan keberadaan close – end – expantion.

Adapun panjang cap yang dibutuhkan yaitu 50 milimeter. Pada ujung slot wajib ada ruang bebas sekitar 6 milimeter. Kemudian agar besi dowel sebagai load transfer bisa bekerja dengan baik, setengah bagian yang tidak terkunci perlu dicat dan dilumasi dengan minyak.

Kemudian jika sambungan isolasi berada di persimpangan jalan maka besi dowel tidak dipasang. Tujuannya untuk mencegah pemberian tekanan berlebih di bagian sambungan sehinga bisa merusak beton.

Itu dia tipe sambungan pada rigid pavement ruas jalan beserta gambaran seperti apa penggunaan dowel di dalamnya. Kami yakin masih ada kekurangan kami dalam menjelaskannya. Jadi jika ada yang perlu dikoreksi dan dilengkapi silahkan isi kolom komentar di bagian bawah,