Sebentar lagi musim hujan datang, buat kamu yang memiliki rumah dilengkapi dengan waterproofing pasti tidak perlu cemas. Kamu tidak perlu takut rumah bocor hingga banjir. Lalu, apa itu waterproofing? yaitu sebuah prosedur yang bertujuan agar bangunan kedap terhadap air, sebenarnya tidak hanya diaplikasikan pada atap saja, namun bisa juga diaplikasi pada ruangan basemant, kolam kamar mandi dan kolam renang. Dengan menggunakan waterproofing maka bangunan tidak akan bocor dan rusak. Ada banyak sekali jenis-jenis waterproofing yang bisa kamu pilih, salah satu jenis yang cukup populer disukai banyak orang adalah jenis membrane waterproofing.

Jenis dan Bahan-bahan Penyusun Waterproofing

Berikut ini jenis-jenis waterproofing sekaligus bahan-bahan penyusun yang bisa kamu pilih dan aplikasikan di atap rumah maupun kantor :

1. Membrane waterproofing

Membrane waterproofing

Jenis waterproofing satu ini cukup populer, karena hasilnya tidak mengecewakan. Membrane ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu membran bakar waterproofing dan tempel. Waterproofing membran bakar menggunakan bitumen yang memiliki ketebalan 3 mm, cara penggunaannya dengan dibakar pada sisi permukaan lembaran hingga meleleh, selanjutnya ditempelkan pada permukaan beton. Seringnya jenis membrane bakar ini digunakan untuk basemant, kolam renang, tangki air dan atap beton. Adapun susunan dari waterproofing jenis ini antara lain dimodifikasi resis khusus, antioksidants, penstabil dan diperkuat menggunakan serat polyeter yang tidak ditenun. Kelebihan yang didapat dari waterproofing membran bakar antara lain mudah dan cepat dipasang, tidak mudah dipengaruhi oleh cuaca, aman digunakan di tempat terbuka, ketahanan terhadap gaya tarik lebih tinggi, material yang digunakan lentur dan ketebalan terjamin. Selain bakar ada juga tempel, lembaran satu ini tersusun dengan bahan-bahan polyester dan bitumen karet tebal 1 mm hingga 2 mm. Sama seperti sistem bakar, cara tempel ini juga lebih cepat dan praktis dalam pemasangan, tahan terhadap zat-zat kimia, dan memiliki ketebalan yang terjamin.

2. Menggunakan semen yang fleksibel

Waterproofing semen

Tidak seperti epoxy lantai untuk konstruksi, bahan dasar waterproofing ini menggunakan bahan dasar semen dan acrylic yang terdiri dalam bentuk cairan dan bubuk. Bahan cairan di dalamnya mengandung karet dan bahan kimia, sedangkan bahan padatnya mengandung semen tipe 1, bahan kimia dan pasir silica. Adapun cara menyusun bahan-bahannya dengan cara mencampurkan dua bahan kemasan berbeda menjadi satu kesatuan. Bahan campuran tersebut akan berbentuk pasta saat basah dan berbentuk lembaran yang kedap air saat kering. Waterproofing semen ini bisa kamu terapkan pada kolam, toilet, kamar mandi, tangki air dan dapur. Adapun kelebihan jika menggunakan waterproofing jenis ini yaitu memiliki daya lekat yang tinggi, bisa ditembus oleh uap air, lebih fleksibel dan mudah diaplikasikan pada area sempit.

3. Berbahan acrylic polymer

waterproofing bahan acrylic

Selain menggunakan membrane waterproofing kamu juga bisa memilih waterproofing dengan bahan acrylic polymer, seringnya bahan ini digunakan pada area kamar mandi, garbage room, balcony, wet kitchen dan lainnya. Jika bahan ini sudah mengering maka akan berbentuk lapisan karet yang fleksibel, waterproofing jenis ini memiliki banyak sekali keunggulan, diantaranya mudah dan praktis diaplikasikan, memiliki daya lekat yang bagus, tidak beracun dan fleksibel.

Selain menggunakan 3 jenis waterproofing di atas, kamu juga bisa memilih menggunakan bahan kristalisasi pembuat beton. Masing-masing jenis waterproofing di atas memiliki kelebihan sendiri-sendiri, namun yang paling populer karena memiliki kualitas yang bagus adalah membran bakar waterproofing.