Berencana untuk membangun rumah dengan lantai beton? Perlu Anda ketahui bahwa lantai beton membutuhkan pengeras lantai atau yang disebut sebagai floor hardener. Pengeras lantai ini difungsikan untuk memberikan ketahanan lebih terhadap beton. Tanpa adanya pengeras lantai, beton akan lebih cepat rusak seperti retak atau licin karena terkena air dan panas terus menerus. Makan Anda harus memilih satu jenis floor hardener yang banyak beredar di pasaran.

Jenis Floor Hardener

Ada banyak sekali produk floor hardener yang dijual di pasaran dengan berbagai merk. Tanpa mengetahui jenis dari floor hardener yang sesuai dengan kebutuhan, bisa saja Anda akan salah beli. Namun jika Anda ingin praktis serahkan semuanya kepada jasa profesional yang biasa menangani lantai beton. Mereka biasanya akan menyarankan merk floor hardener tertentu.

Dua Jenis Floor Hardener yang Sering Digunakan

Dua Jenis Floor Hardener

Tidak ada salahnya juga bagi Anda yang akan menggunakan lantai beton untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan dari masing-masing merk. Hal ini nantinya juga akan berkaitan dengan budget yang akan dikeluarkan. Perhitungan masing-masing floor hardener berbeda. Anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan ruangan, seperti apakah ruangan digunakan untuk alat berat terus menerus, atau ruangan akan terekspos dengan cuaca secara langsung.

Secara umum, ada dua jenis floor hardener sesuai dengan bentuknya. Berikut ini penjelasan dari kedua jenis pengeras lantai dari kelebihan hingga kekurangannya.

1. Floor Hardener berbentuk Bubuk

Floor Hardener berbentuk Bubuk

Jenis yang pertama dan paling sering digunakan adalah floor hardener yang berbentuk bubuk mirip dengan semen. Cara mengaplikasikan floor hardener ini adalah ketika lantai beton sudah setengah kering dan sudah kuat untuk diinjak. Kemudian floor hardener ditaburkan ke permukaan lantai dan dipadatkan dengan mesin trowel.

Hindari untuk mengaplikasikannya sendiri karena mesin trowel cukup berat. Selesai dipadatkan, floor hardener perlu ditambahkan curing agent yang akan membuat bubuk semen menjadi kering dan mengeras. Proses ini akan membutuhkan waktu kering lebih dari tiga hari sebelum akhirnya dapat digunakan.

Baca juga: Bahan-bahan Penyusun Waterproofing

Kelebihan dari floor hardener bubuk adalah sangat kuat dan cocok digunakan untuk ruangan seperti gudang atau pabrik. Lantai beton akan lebih tahan terhadap genangan air dan permukaannya halus serta merata. Kekurangannya adalah proses aplikasi harus dilakukan oleh profesional. Hasil warnanya adalah abu-abu seperti semen biasa jadi kurang menarik jika ingin digunakan dalam sebuah hunian.

2. Floor Hardener berbentuk Cairan

Floor Hardener berbentuk Cairan

Jenis floor hardener yang kedua adalah berbentuk cairan. Floor hardener ini lebih sering disebut sebagai lapisan coating dan terbuat dari epoxy. Cara mengaplikasikan floor hardener epoxy adalah pada saat lantai beton sudah benar-benar kering dan bersih. Bisa juga digunakan untuk recoating lantai beton yang mulai rusak.

Langkah-langkah mengaplikasikannya dimulai dengan membersihkan lantai beton. Kemudian lantai beton harus dilapisi dengan primer terlebih dahulu hingga kering. Kemudian terakhir dilapisi dengan floor hardener epoxy. Tanpa menggunakan bahan pelarut, epoxy bisa langsung diaplikasikan dan harus dilakukan oleh profesional agar hasilnya lebih rapi.

Kelebihan dari menggunakan floor hardener ini adalah mampu mengisi bagian lantai yang retak akibat kerusakan penggunaan atau pengeringan yang tidak sempurna. Bentuk lapisan yang sudah kering sangatlah keras sehingga tahan terhadap goresan, benturan hingga bahan kimia. Tersedia dalam berbagai macam warna sehingga lantai bisa lebih menarik.

Kelemahan dari lantai ini adalah baunya yang sangat keras, sehingga perlu beberapa minggu untuk menghilangkannya. Namun setelah beberapa waktu aroma keras akan hilang dan lantai beton akan lebih kuat.