lihat-jenis-jenis-waterproofing-ini-agar-tidak-salah-pilih

Cara praktis untuk mencegah atau menanggulangi kebocoran dan rembes pada bangunan adalah dengan pelindung anti bocor / waterproofing. Oleh karena itu, disini kami akan menjelaskan tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan waterproofing.

Waterproofing merupakan sebuah prosedur yang bisa membuat suatu objek atau media menjadi tahan atau kedap terhadap air.

Maksud penggunaan waterproofing tak lain hanya melindungi dan menjaga ketahanan struktur bangunan. Biasanya pelindung bangunan ini dipasang pada bagian tertentu seperti, basement (bawah tanah), atap dan area basah lainnya.

Pentingnya memilih jenis waterproofing yang tepat mengingat kebocoran rumah dan gedung adalah suatu permasalahan yang begitu serius dan berpengaruh terhadap biaya perbaikan yang bisa menjulang tinggi. Umumnya kobocoran terjadi pada area, sebagai berikut:

  • Basement (bawah tanah)
  • Roof Deck (dak beton)
  • Ground Water Tank (tangki air tanah)
  • Kolam renang
  • Construction joint (sendi konstruksi)

Jika pemakaian waterproofing telah dilakukan namun masih tetap terjadi kebocoran, kegagalan ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya:

  • Pemilihan jenis waterproofing kurang tepat
  • Pelaksanaan pekerjaan yang salah
  • Aplikatornya kurang berpengalaman atau ceroboh
  • Kualitas waterproofing kurang bagus

Jenis-Jenis Waterproofing

Waterproofing memiliki jenis-jenis yang bisa memberi perlindungan pada suatu bidang agar air tidak masuk ke dalamnya. Jika dilihat dari sistemnya, jenis-jenis waterproofing tersebut antara lain:

1. Waterproofing Coating

waterproofing-coating

Sistem coating atau pelapisan merupakan sistem perlindungan yang berbahan dasar air. Bentuk dan wujudnya menyerupai cat namun lebih kental dan kenyal. Selain itu pemakaiannya pun hampir sama, yaitu menggunakan kuas. Bidang yang paling sering menggunakan sistem ini adalah tanki penyimpanan air, talang beton, atap, dinding samping, dan galvalum.

Ada kalanya sistem yang satu ini juga berbahan dasar semen. Dalam penggunaannya, perlu mencampurkan semen dengan larutan cair. Setelah keduanya tercampur rata maka bisa langsung diaplikasikan di bagian yang bocor.

2. Waterproofing Membrane

waterproofing-membrane

Waterproofing yang satu ini bentuknya berupa lembaran atau gulungan. Berdasarkan bahan pembuatannya maka dapat dibagi menjadi dua yaitu berbahan dasar fiber dan polyester. Metode pekerjaan membrane relatif lebih rumit, yaitu dengan dipanasi, dibakar / torching, dan dilaminasi dengan lem.

Terdapat tiga jenis tekstur pada waterproofing membrane, yaitu yang permukaannya halus, berlapis pasir dan berlapis batu. Dalam menggunakan waterproofing jenis ini perlu berhati-hati sebab jika salah sedikit maka resiko kebocoran akan tetap terjadi. Biasanya penggunaan waterproofing ini digunakan untuk struktur dak atau atap beton.

3. Waterproofing Flashband Self Adhesive

waterproofing-flashband-self-adhesive

Ini merupakan jenis yang bisa digunakan sebagai perlindungan sebuah bangunan dengan falshband atau lembaran. Umumnya lembaran tidak hanya dilapis satu lapis saja tapi dua kali. Yang satu berfungsi sebagai perekat dan yang kedua untuk penahan kebocoran sehingga air tidak bisa masuk dan merembes.

Bahan yang digunakan pada jenis Waterproofing Flashband Self Adhesive terbuat membrane polyester dan alumunium foil atau cat penutup. Khusus untuk alumunium foil adalah bahan yang berfungsi sebagai penahan kebocoran. Sedangkan yang berbahan polyester berfungsi sebagai perekat. Sistem ini diperuntukan untuk lantai, atap, talang beton, dan sebagainya.

4. Waterproofing Integral

waterproofing-integral

Waterproofing Integral adalah tipe produk yang umumnya dicampurkan dengan adukan beton sebelum dicor sehingga bisa dikatakan sebagai bagian dari campuran beton. Dengan adanya sistem ini basement, bak penampungan air, kolam renang dan lainnya akan menjadi lebih plastis, kedap air, tidak mudah retak, dan lebih keras dengan penghematan air hingga 30%.

5. Waterproofing Crystallising

waterproofing-crystallising

Yang terakhir adalah waterproofing yang diaplikasikan pada permukaan beton baik dengan sistem positif maupun negatif atau dicampur kedalam beton yang belum dicor agar lantai dan dinding beton menjadi kedap air. Komponen aktif pada waterproofing ini akan masuk dan meresap ke dalam pori-pori beton, hasil reaksi mengubah menjadi Kristal pada permanen sehingga beton tidak bisa ditembus air.

Adanya waterproofing yang satu ini sangat cocok digunakan untuk lantai dan dinding beton yang bertekanan air tinggi, misalnya basement, tunnel, ground tank, waduk dan lain sebagainya.

Menimbang pentingnya waterproofing, rekonstruksi.com hadir menjadi solusi yang bisa membantu para klien dalam menaggulangi dan menangani masalah kebocoran.

Kami siap membantu anda dalam mengatasi berbagai masalah kebocoran gedung mulai dari pemiliahn bahan waterproofing sampai dengan pemasangan seta pengawasan pemasangannya. Pelaksanaan yang kami lakukan didukung oleh tenaga-tenaga ahli dan berpengalaman yang sudah menangani gedung-gedung pemerintah maupun swasta.