Sebuah bangunan dibuat untuk fungsi tertentu sesuai keinginan masing-masing pemilik, struktur bangunan yang sudah dibuat kontraktor dengan baik dibangun untuk menghasilkan bangunan kuat dan tidak mudah roboh. Beberapa hal dipertimbangka yaitu dari tingkat kelenturan, pergeseran bangunan tanah ataupun dampak resisten yang kemungkinan terjadi. Membuat struktur bangunan yang kuat dibutuhkan bahan-bahan material unggulan seperti beton, kayu dan bahan lainnya.

Modifikasi Struktur Gedung Dengan Berbagai Pertimbangan

Struktur Gedung

Meskipun sebuah gedung yang sudah selesai dibuat dan beroperasi bisa dimodifikasi sesuai keinginan karena alasan tertentu, diantaranya:

1. Beban meningkat

Perencanaan pembangunan sangat penting dilakukan untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi setelah stuktur bangunan selesai dibuat dengan cara injeksi beton. Di awal pembuatannya, beban yang dipertimbangkan ternyata jauh dibawah beban saat ini, maka dari itu untuk mengantisipasi terjadinya bangunan roboh, struktur bangunan diubah atau dimodifikasi untuk memenuhi kebutuhan besarnya beban yang terus bertambah.

2. Kerusakan pada struktur bangunan

Tidak bisa dipungkiri bahwa kerusakan bisa terjadi kapanpun apalagi jika struktur bangunan dibangun berpuluh-puluh tahun lalu. Ada beberapa kerusakan yang tidak bisa lagi ditoleransi dan akan berbahaya jika tidak dilakukan perbaikan atau bahkan modifikasi dengan bahan-bahan berkualitas masa kini. Rancangan bangunan kembali dibuat agar stuktur bangunan semakin kuat anti roboh.

3. Kesalahan perencanaan atau konstruksi

Manusia memang tidak bisa dilepaskan dari kesalahan, termasuk dalam merancangkan sebuah bangunan. Kesalahan ini bisa menimbulkan akibat fatal yang menyangkut keselamatan manusia. Maka dari itu, jika tahu bahwa adanya salah konstruksi bangunan, akan sangat baik jika dilakukan modifikasi agar bangunan bisa kembali digunakan.

4. Modifikasi system struktur

Ada kalanya struktur bangunan hasil injeksi beton dimodifikasi dengan memanfaatkan materi unggulan. Tujuannya adalah membuat bangunan semakin kokoh dan tidak bisa roboh meski ada gempa kuat terjadi.

5. Diperkuat dengan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP)

Carbon Fiber Reinforced Polymer

Mungkin kontraktor merasa bahwa bahan bangunan saat pembuatan kostruksi di awal dirasa kurang maksimal dan perlu ditambah (CFRP) agar konstruksi semakin kuat asalkan memahami metode pemasangan CFRP yang benar dalam mendesain kekuatan struktur penguat yang tidak membutuhkan jasa waterproofing.

Modifikasi Struktur Gedung Asrama Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan

Lokasi Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) yang ada di kota Padang ini membutuhkan ruangan namun lahan yang dimiliki tidak memadahi. Hal ini merupakan tantangan yang harus dilalui. Satu-satunya solusi adalah dengan membangun bangunan bertingkat.

Struktur asrama LPMP terdiri dari struktur beton bertulang biasa. Hal pertama yang harus dilakukan adalah memodifikasi balok lantai atap mulai dari lantai 10 yang akan dibangun ballroom. Tidak adanya kolom tengah pada ballroom membuat cukup sulit dilakukan modifikasi Karena harus memasang balok prategang terlebih dahulu. Balok prategang ini lebih efisien penggunaanya jika dibanding balok bertulang biasa yang tidak membutuhkan jasa waterproofing.

Alasannya adalah karena balok memiliki panjang 20 meter, jika memakai beton bertulang biasa maka dimensinya akan lebih besar dan tulangannya akan lebih banyak. Sedangkan jika memakai beton prategang lebih mudah karena hasil teknologi konstrusi beton yang dikombinasi dengan dua jenis bahan unggulan yakni beton hight strength concrete dan baja high strength steel. Cara kerjanya adalah dengan menarik baja lalu menahannya pada beton agar terjadi tekanan.

Komponen untuk membuat struktur beton prategang mempunyai dimendi tinggi, dimana balok lebih kecil dari pada beton bertulang meskipun beban dan bahannya sama. Baisanya tinggi komponen struktur beton prategang antara 65 – 80 % dari tingginya komponen struktur beton yang bertulang.