Kenali Tandanya dan Cegah Burnout Syndrome Segera!

taman terbuka di Jakarta

Saat pandemi menyinggung sektor ekonomi, dampaknya terlihat pada perusahaan yang terpaksa merumahkan sebagian karyawannya. Otomatis karyawan yang masih aktif pun harus bekerja lebih banyak dari porsi biasanya. Belum lagi jam kerja yang terlalu padat membuat karyawan mengalami stres yang berlebih.

 

Jika stres yang dialami terlalu berlarut-larut sehingga menyebabkan lelah fisik dan emosional, maka karyawan tersebut telah mengalami burnout syndrome. Burnout syndrome ialah suatu kondisi kesehatan yang terjadi dari stres berkepanjangan di tempat kerja yang tidak dapat teratasi dengan baik. Kondisi ini tidak hanya membuat seseorang lelah, tetapi juga merasa kehabisan energi dan putus asa. Bahkan pada tingkat yang lebih parah, kehidupan personal pun bisa terganggu.

 

WHO merilis tiga tanda utama burnout syndrome sebagai berikut:

  • Merasa kehabisan energi atau kelelahan
  • Mengasingkan diri dari tempat kerja
  • Kinerja mulai menurun

 

Tanda-tanda tersebut dapat dikenali dari beragam gejala yang memengaruhi kondisi fisik, emosional, hingga ke kebiasaan seseorang. Misalnya seperti nafsu makan menurun, kehilangan motivasi, sering merasa sakit, terdapat gangguan tidur, merasa gagal dengan diri sendiri, pikiran menjadi lebih negatif, hingga mengisolasi diri. Jika dibiarkan, kondisi ini akan memperparah keadaan seseorang dan tentu saja memengaruhi produktivitas hidup.

 

Meski menurut WHO burnout syndrome bukanlah sebuah penyakit, namun kondisi ini bisa dikatakan sebagai masalah kesehatan kerja yang cukup serius. Untuk itu, Anda yang tersinyalir memiliki tanda-tanda burnout syndrome, sebaiknya mulai mengambil langkah pencegahan seperti:

 

  • Mengevaluasi pilihan yang diambil

Komunikasikan pilihan yang selama ini dijalani dengan atasan. Diskusi tersebut dapat memunculkan solusi atas masalah yang terjadi di pekerjaan.

 

  • Mencari dukungan

Bisa dimulai dengan menghindari lingkungan yang negatif dan meminta dukungan dari lingkungan yang positif serta suportif. Ceritakan masalah kepada orang yang tepat agar kondisi membaik.

 

  • Berkesadaran penuh

Fokuskan pikiran pada pernapasan dan sadar apa yang dirasakan tiap momennya. Jika hal ini dilakukan dengan baik, burnout syndrome dapat dicegah segera.

 

  • Mulai pola hidup sehat

Ubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan cukup istirahat, berolahraga dengan teratur, dan mencoba aktivitas yang membuat pikiran lebih rileks

 

  • Jika memungkinkan, ambil cuti liburan

Liburan dapat merelaksasi tubuh dan pikiran. Jika burnout syndrome sudah mulai tidak kondusif, segera ajukan cuti liburan kepada perusahaan. Anda bisa memilih beragam destinasi liburan sesuai keinginan. Terkadang yang Anda butuhkan hanyalah bernapas di udara luar tanpa memikirkan pekerjaan. Anda bisa mulai dari yang terdekat seperti di taman terbuka di Jakarta. Ambil cuti 3 hari untuk olahraga di taman dan diam sejenak tanpa ada yang mengganggu bisa cukup membantu, kok.

 

Atau jika ingin full liburan beberapa hari, Anda bisa ke Belitong Geopark. Di sana Anda bisa meredakan stres dan penat dengan mengajak keluarga berlibur. Semua pilihan ada di tangan Anda dan pastikan burnout syndrome tidak akan muncul lagi.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.